Cintaku yang berujung sebuah keterpurukan
Cerita ini adalah ungkapan hatiku, yang mungkin akan aku ceritakan padamu seorang. Aku adalah hawa makhluk tuhan yang berhati lemah. Yang mencoba berpura-pura tegar dan tak menangis, tapi aku tak bisa membohongi hati dan perasaan ini. Aku adalah hawa seorang makhluk tuhan yang tiada sempurna, tapi aku ingin sempurna mencintai tuhanku dan sang adam, seorang makhluk yang ku puja.
Aku mengenal adam, memujinya dan menyayanginya. Hanya dia seorang yang bisa meyakinkan ku tentang indahnya kehidupan. Perlahan dan mulai pasti benih-benih cinta ini mulai tumbuh dihatiku. Aku mulai menyayanginya dengan seluruh ketulusan yang aku miliki.
“ tapi kau mulai berubah, adam..”
Waktulah yang menggiriku pada sebuah kata hatiku saat ini. Waktu jugalah yang mengajari aku bersabar menjadi lebih tabah.
“Adam.. kau punya pilihan lain di dunia kecilmu, kau tak tulus padaku”
Kau asyik dengan dunia kecilmu, dengan kebahagian dan kegembiraanmu. Tak sadarkah kau adam, aku ada disini dan tetap disini menunggu mu. Kau yang menjanjikan kata-kata indah dan seribu janji padaku. Aku harap itu bukan hanya sekedar daya tari pemikat hatiku yang merapuh. Kau tak jujur padaku, adam..
Sudah satu bulan ini kita tak berhubungan. Aku tak menyapamu di dunia nyata dan dunia maya. Bahwa aku angkuh, adam. Tak juga aku mengelak. Aku hanya ingin menenangkan hati ini. Menata lagi psikologis ku yang sempat terburai oleh kekecewaan. Pada mu, pada dirinya dan pada diriku sendiri. Mungkin ini adalah jalan terbaik bagi kita yang Tuhan tunjukkan padaku. Sekali lagi dan untuk sekian kalinya aku mencoba tegar dalam kerapuhan.
Setiap hari ini dan hari-hari sebelumnya juga tak istimewa bagi ku tanpa hadir mu. Entah ini sebuah kebodohan atau ketidak-berdayaan ku untuk menghapus baying-bayang mu dari hidupku…
-
-
“adam, bahagianya aku dipertemukan dengan mu, walau rasa ini tak berujung padamu, namun kau lah salah satu sahabat hati yang terbaik yang pernah aku miliki. Terima kasih untuk semua hal indah yang kau berikan”
Kau harus memilih, adam. Aku siap dengan segala yang akan terjadi. Jang pernah kau sakiti hati wanita lain. Cukuplah aku yang tersakiti. Maafkan, aku sudah menyerah semoga kau berbahagia. Tuhan pasti menolongku. Doaku yang tulus ini selalu menguntai disetiap sujudku pada Nya.
Thanks http://www.blogadin.web.id telah memberi inspirasinya.. (^-^)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar